Selasa, 01 Juli 2014

Kebaikan Pelajar (vol 1)

Iseng mencari di mbah googel dengan kata kunci “kebaikan pelajar” dan “kenakalan pelajar” ternyata jenis kenakalan pelajar lebih variatif dibandingkan dengan kebaikan pelajar. Atau berita di televisi juga banyak menyuguhkan berita nakalnya pelajar kita. Em...apa mungkin karena buat para wartwan itu bad news sama dengan good news ya? Yang muncul di televisi seringnya yang jelek-jelek. Jadi berfikir, apakah benar pelajar kita sekarang sudah minim dengan kebaikan dan kaya dengan kanakalan?. Lalu jadi apa negeri ini kalau generasi yang didambakan dapat menjadi penerus bangsa minim dengan kebaikan. Atau jangan-jangan sebenarnya kebaikan pelajar itu berlimpah hanya saja belum ada yang menjelaskan kepada seluruh rakyat Indonesia (gaya banget ya) mengenai kebaikan pelajar yang ada di negeri zamrud katulistiwa ini. Belum ada yang menghimpun kebaikan pelajar.
Pada dasarnya tidak ada anak nakal tetapi adanya anak yang membutuhkan perhatian. Sempat terlintas, sepertinya kita akan memberikan perhatian lebih kepada anak itu ketika dia kita anggap nakal. Betapa perhatiannya pemerintah dan pihak sekolah terhadap kenalakalan pelajar, mereka rajin melakukan razia untuk anak bolos sampai bapak-bapak satpol PP aja di kerahkan untuk memberikan perhatian kepada mereka. Akan aneh ketika tiba-tiba ada sidak untuk siswa yang sedang melakukan sholat dhuha atau membaca buku di perpustakaan. Usia mereka adalah usia yang membutuhkan eksistensi dan pengakuan dari lingkungannya. Mungkin ga sih...kenakalan pelajar itu akan beralih ketika kita juga memberikan perhatian dan sorotan yang tajam untuk setiap kebaikan para pelajar sebagaimana kita memberikan perhatian kepada kenakalan pelajar.
Bisa jadi, kenakalan pelajar makin lama makin kreatif itu karena mereka cukup mendapatkan informasi mengenai jenis-jenis kenakalan pelajar. Sedangkan kebaikan pelajar tidak pernah mendapatkan informasi mengenai kebaikan teman-teman yang lainnya sehingga ya gitu gitu aja. Sepertinya dibutuhkan sebuah wadah informasi untuk kebaikan yang dilakukan oleh pelajar Indonesia. Agar kreatifitas kebaikan yang dilakukan tidak kalah dengan kreativitas kenakalan. Kalau kata Umar Bin Khatab “Kejahatan yang teroganisisr akan mengalahkan kebaikan yang tidak teroganisir”. Genk motor itu banyak, genk bolos juga udah menjamur dan dimana-mana ada...pede membuat identitas, memamerkan perbuatan mereka....tapi genk baca buku, genk menulis, genk rajin beribadah juga banyak sih sebenarnya hanya saja kurang populis. Orang baik harus mempunyai cara yang menarik untuk menyampaikan kebaikan yang dia bawa.
Setiap manusia pada dasarnya mempunyai sisi kebaikan, dibalik garangnya “preman” dari kalangan pelajar mereka pasti mempunyai sisi baik. Tugas kita semua adalah memunculkan sisi baik dari mereka...kebaikan itu membutuhkan lingkungan yang mendukung agar dapat berkembang. Sebagaimana biji-bijian akan tumbuh dengan baik di tanah subur.  Merangkai seribu satu kebaikan pelajar di negeri ini akan menjadi sebuah angin segar dan memberikan setitik harapan bahwa suatu hari nanti Indonesia akan lebih baik. Mari kita membuat Indonesia tersenyum.