Pada dasarnya tidak ada anak nakal tetapi
adanya anak yang membutuhkan perhatian. Sempat terlintas, sepertinya kita akan memberikan
perhatian lebih kepada anak itu ketika dia kita anggap nakal. Betapa
perhatiannya pemerintah dan pihak sekolah terhadap kenalakalan pelajar, mereka
rajin melakukan razia untuk anak bolos sampai bapak-bapak satpol PP aja di
kerahkan untuk memberikan perhatian kepada mereka. Akan aneh ketika tiba-tiba
ada sidak untuk siswa yang sedang melakukan sholat dhuha atau membaca buku di
perpustakaan. Usia mereka adalah usia yang membutuhkan eksistensi dan pengakuan
dari lingkungannya. Mungkin ga sih...kenakalan pelajar itu akan beralih ketika
kita juga memberikan perhatian dan sorotan yang tajam untuk setiap kebaikan
para pelajar sebagaimana kita memberikan perhatian kepada kenakalan pelajar.
Bisa jadi, kenakalan pelajar makin lama makin
kreatif itu karena mereka cukup mendapatkan informasi mengenai jenis-jenis
kenakalan pelajar. Sedangkan kebaikan pelajar tidak pernah mendapatkan informasi
mengenai kebaikan teman-teman yang lainnya sehingga ya gitu gitu aja. Sepertinya
dibutuhkan sebuah wadah informasi untuk kebaikan yang dilakukan oleh pelajar
Indonesia. Agar kreatifitas kebaikan yang dilakukan tidak kalah dengan
kreativitas kenakalan. Kalau kata Umar Bin Khatab “Kejahatan yang teroganisisr
akan mengalahkan kebaikan yang tidak teroganisir”. Genk motor itu banyak, genk
bolos juga udah menjamur dan dimana-mana ada...pede membuat identitas,
memamerkan perbuatan mereka....tapi genk baca buku, genk menulis, genk rajin
beribadah juga banyak sih sebenarnya hanya saja kurang populis. Orang baik
harus mempunyai cara yang menarik untuk menyampaikan kebaikan yang dia bawa.
Setiap manusia pada dasarnya mempunyai sisi
kebaikan, dibalik garangnya “preman” dari kalangan pelajar mereka pasti
mempunyai sisi baik. Tugas kita semua adalah memunculkan sisi baik dari
mereka...kebaikan itu membutuhkan lingkungan yang mendukung agar dapat
berkembang. Sebagaimana biji-bijian akan tumbuh dengan baik di tanah
subur. Merangkai seribu satu kebaikan
pelajar di negeri ini akan menjadi sebuah angin segar dan memberikan setitik
harapan bahwa suatu hari nanti Indonesia akan lebih baik. Mari kita membuat
Indonesia tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar